Zona Otomotif - PANDUAN MEMILIH OLI MESIN YANG TEPAT - Viral Kreatif

Anda tentu sering mengubah oli mesin kendaraan Anda, tetapi apakah Anda telah mengetahui oli mana yang tepat buat tunggangan Anda? Setiap oli mempunyai kode-kode eksklusif yang disesuaikan buat kebutuhan tunggangan Anda, ini dia ulasannya :

Kode SAE (Society of Automotive Engineer)

Panduan memilih oli

Ukuran kekentalan & kemampuan pelumas buat mengalir dalam temperatur tertentu menjadi prioritas krusial dalam menentukan pelumas. SAE yang merupakan singkatan menurut (society of automotive engineer) selanjutnya angka yg mengikuti dibelakangnya memperlihatkan tingkat kekentalan pelumas, menjadi model oli SAE 15W-40

Semakin akbar nomor yg mengikuti kode pelumas maka semakin besar jua kekentalan pelumas, sedangkan alfabet W yang mengikuti kode merupakan kepanjangan berdasarkan winter. Seperti pada gambar diatas oli yg memiliki SAE 15W-40 maka akan mempunyai kekentalan 15 saat suhu dingin & 40 saat suhu panas.

Semakin rendah suhu udara di luar (tempat yg dingin) maka diperlukan oli yg lebih encer atau menggunakan kode 5W, seperti pada negara menggunakan iklim dingin umumnya menggunakan oli dengan kode 5W. Semakin panas cuaca/ suhu udara pada luar maka dibutuhkan oli menggunakan taraf kekentalan yg lebih tinggi, misalnya Indonesia akan lebih baik buat memakai kode SAE 15W-30.

Pemakaian kekentalan yang tidak sinkron menggunakan suhu suatu negara akan mengakibatkan oli nir bisa bekerja, misalnya Indonesia menggunakan kode SAE 5W-40 maka oli akan sangat encer sehingga tidak mampu melakukan pelumasan menggunakan baik, begitu jua kebalikannya jika pada negara dengan cuaca ekstrim dingin menggunakan kode SAE 15W maka oli akan sangat kental dalam ketika udara dingin sebagai akibatnya oli nir bisa mengalir dalam ruang-ruang antar komponen mesin).

Kode SAE yang cocok digunakan buat beberapa negara dengan iklim yg tidak sinkron:

SAE 5W-30 : digunakan untuk negara beriklim dingin

SAE 10W-35 : digunakan untuk negara beriklim sedang

SAE 15W-30 sampai SAE 15W-50 : digunakan untuk negara dengan iklim panas.

Selain suhu lingkungan, hal yang harus diperhatikan dalam pemilihan oli adalah apakah mesin kendaran kita  termasuk mesin keluaran terbaru atau tidak, jika mesin keluaran terbaru maka sebaiknya kita menggunakan oli yang encer karena untuk mesin yang baru celah-celah antara logam dalam mesin sangat rapat sehingga jika oli terlalu kental justru oli malah tidak bisa melumasi celah-celah mesin dengan sempurna.

Kemudian, bila mesin tunggangan kita termasuk keluaran lama maka sebaiknya menentukan oli yg kental karena celah antar logam dalam mesin lebih 'longgar' dan masih kasar sehingga memerlukan pelumas yg kental.

API Standart Kualitas Oli

American Petroleum Institute atau disingkat API adalah kode standart buat menentukan ciri tertentu (kualitas) oli, kode API terdiri dari dua alfabet (huruf) yg terletak dibelakang kode "APIdanquot; misalnya "API SG" atau "API CH". Pada kode huruf pertama mengindikasikan penggunaan oli dalam mesin bensin atau mesin diesel, dalam mesin bensin menggunakan kode "S" misalnya API SL sedangkan pada mesin diesel memakai kode "C" contohnya API CG.

Pada kode huruf ke dua mengindikasikan karakter/ kualitas modern berdasarkan Oli, contohnya API SJ merupakan jenis oli lebih baru (umumnya lebih baik) berdasarkan API SG. Semakin baru Oli maka kode huruf ke 2 semakin jauh menurut huruf A atau mendekati alfabet Z, pada kendaraan beroda empat-kendaraan beroda empat modern mesin bensin keluaran tahun 2010 akan memakai Oli menggunakan kualitas API SN dan nir sanggup pada isi menggunakan oli dengan kode kualitas SG lantaran akan berpengaruh pada komponen pada mesin yang telah didesain memakai oli menggunakan kode kualitas SN, sedangkan untuk kendaraan beroda empat tahun 1990an umumnya memakai kode API SG atau API SH & nir mampu di isi menggunakan Oli berkode API SN karena mesin telah dibuat memakai oli SG menggunakan derajat kekentalan tertentu. Menjadi catatan umumnya semakin baru mobil maka akan meminta kode API yg semakin mendekati Z.

Kode API Oli beserta penggunaannya pada mesin kendaraan

Mesin bensin

- API SN : (jenis terakhir sampai saat ini) menggunakan teknologi Nano guard untuk melindungi bagian tersempit dari mesin. Digunakan untuk mesin tahun 2012 atau sebelumnya

- API SM : Diperkenalkan pada 2004. Oli ini didesain untuk memberikan resistensi oksidasi yang lebih baik, menjaga temperatur, perlindungan lebih baik terhadap keausan, dan mengontrol deposit lebih baik. digunakan untuk mesin sesudah tahun 2004.

- API SL : Dirancang untuk menjaga temperatur dan Energy Conserving. Untuk mesin generasi 2004 atau sebelumnya

- API SJ : Diperkenalkan untuk mesin generasi 2001 atau lebih tua

- API SH : Digunakan untuk mesin tahun 1996 dan sebelumnya

- API SG : Digunakan untuk mesin tahun 1993 dan sebelumnya

- API SF : Digunakan untuk mesin tahun 1988 dan sebelumnya

Mesin Diesel

- API CJ-4 : Dipakai untuk tahun 2006 dan sesudahnya. Digunakan untuk mesin high speed, mesin 4-langkah yang didesain untuk memenuhi memenuhi standar emisi tahun 2007. Oli dengan kategori API CJ-4 memiliki kriteria performa lebih baik daripada Jenis API CI-4 dengan CI-4 PLUS, CI-4, CH-4, CG-4 dan CF-4.

- API CI-4 : Digunakan untuk mesin diesel tahun 2002 dan sesudahnya. Digunakan pada mesin high speed, four stroke engines yang didesain untuk memenuhi memenuhi standar emisi tahun 2004. Bisa menggantikan oli CD, CE, CF-4, CG-4 dan CH-4.

- API CH-4 : Digunakan untuk mesin diesel tahun 1998 dan sesudahnya. Oli ini untuk mesin high speed, four stroke engines yang didesain untuk memenuhi memenuhi standar emisi tahun 1998. Bisa digunakan pada oli CD, CE, CF-4, dan CG-4.

- API CG-4 : Diperkenalkan sejak 1995. Untuk mesin kinerja sedang, high speed, four stroke engines. Digunakan untuk mesin yang meminta kandungan belerang/sulfur kurang 0.5%. Cocok untuk standar emisi 1994 Bisa dipakai pada oli CD, CE, dan CF-4.

- API CF-4 : Digunakan untuk mesin high speed, four stroke engines, naturally aspirated dan mesin turbocharger. Biasa digunakan untuk pengganti oli CD dan CE.

- API CF-2 : Digunakan untuk mesin kinerja sedang, two stroke engines. Bisa dipakai pada oli CD-II.

- API CF : Digunakan Untuk 1994 dan sesudahnya, Oli ini untuk mesin off road, indirect injected dan dapat menggantikan oli kode CD.

Dikutip dari aneka macam sumber

LihatTutupKomentar